Fasilitas objek Wisata Tahura Berastagi Rusak tak Terurus

Gapura Taman Hutan Raya di Berastagi, Kabupaten Karo diabadikan Minggu (2/2/2020)

Karo-Sejumlah fasilitas sarana dan prasarana pendukung di lokasi objek wisata Taman Hutan Raya (Tahura)  Berastagi, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara butuh perhatian serius dari pihak pengelola. Sebab, objek wisata tersebut bila tidak segera di benahi akan berdampak terhadap menurunnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata yang terkenal kejayaannya di era tahun 90an itu.

Saat wartawan Swarasumut.com mengunjungi lokasi Tahura Berastagi, Minggu (02/02/2020) sekira pukul 16.00 WIB, tampak sejumlah sarana penunjang seperti pagar besi yang patah, trotoar di sisi luar taman yang berlubang, besi portal yang telah patah dan pengelolaan sampah yang kurang optimal sehingga menimbulkan kesan buruk karena terlihat kumuh dan membuat para pengunjung tidak betah berada di lokasi objek wisata Tahura.

Seorang pengunjung asal kota Medan, Alex Sahputra (27) bersama rekannya Ricky Sanjaya (25) warga Belawan yang ditemui wartawan saat hendak meninggalkan lokasi tahura mengungkapkan kekecewaan nya.

“Sayang sekali tidak di maksimalkan pengelolaan lokasi wisata tahura ini bang, padahal tempatnya sangat strategis dan sudah terkenal dari dulu, tinggal poles sedikit lagi sudah bagus dan pastinya bakalan ramai pengunjung yang datang kesini,” ujar Alex.

Pagar di halaman objek wisata Taman Hutan Raya Berastagi yang rusak dan belum dilakukan perbaikan pihak pengelola

Hal senada juga di katakan sahabatnya, Ricky, ia mengaku sangat kecewa degan sejumlah fasilitas yang tak terawat yang berada di sekitar kawasan wisata Tahura, baik yang tampak di halaman luar taman maupun sejumlah fasilitas yang ada di dalam kawasan taman Tahura.

“Kami masuk kekawasan Tahura di kutip retrebusi, namun tempatnya seperti  tak dirawat dan minim fasilitas, coba abang lihat pagar besi itu saja sudah patah tapi dibiarkan begitu saja, sampah dedaunan yang gugur pun seperti nya jarang di bersihkan dan kondisi trotoar di bagian luar pagar banyak yang berantakan dan berlubang di biarkan begitu saja,” cetus sang pengunjung.

Pengunjung wisata Tahura ini pun menduga soal sasaran retribusi Tahura. “Apa dana perawatan tahura ini tidak ada ? Saya rasa gak mungkin kalau dana perawatannya gak ada. Jangan - jangan sudah masuk kantong pribadi ya bang?,” ucap Ricky.

Sayangnya, saat hendak dikonfirmasi wartawan terkait keluhan pengunjung di wisata Tahura Berastagi, Kepala UPT Tahura Bukit Barisan Ramlan Barus tidak berada di tempat karena hari libur.

Penulis: Daris Kaban
Editor:Devis Karmoy

Baca Juga