Polisi Lamban Tangani Kasus Kasir SPBU, KAUM Minta Atensi Presiden Jokowi

Tim Advokat Maya Dipa suami Yati Uce yang tergabung dalam Korps Alumni Fakultas Hukum UMSU (KAUM) saat menggelar Konpers di Jalan Bilal No.82, Kota Medan, Jumat (8/5/2020) malam.

Medan – Merasa Polrestabes Medan lamban menindaklanjuti laporan kasus dugaan penganiayaan yang dialami Yati Uce sebagai Kasir di SPBU Haji Anif di Jalan Haji Anif/Cemara, Sampali, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, sang suami Maya Dipa didampingi Tim Pengacara yang tergabung dalam Korps Advokat Alumni Fakultas Hukum UMSU (KAUM) mendesak Presiden Joko Widodo untuk memberikan perhatian terhadap laporannya.

Desakan Maya Dipa tersebut disampaikan KAUM sebagai kuasa hukum dalam bentuk Pernyataan Sikap Bersama pada konperensi pers, Jumat (8/5/2020) malam, di Jalan Bilal No.82, Pulo Brayan Darat I, Kota Medan.

Melalui pernyataan sikap yang disampaikan kepada para wartawan, KAUM menilai ada diskriminasi dalam penanganan kasus penganiayaan yang dialami istri kliennya.

Dimana Yati Uce sebagai istri kliennya yang telah berstatus tersangka dan dikenakan penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Polrestabes Medan atas dugaan tindak pidana melanggar Pasal 372 junto 374 KUH Pidana tentang Penggelapan, melalui Laporan Polisi Nomor: LP/1107/K/V/2020/SPKT Polrestabes Medan tertanggal 4 Mei 2020 dengan pelapor atas nama Faisal.

Dalam pernyataan sikap tersebut KAUM mengklaim istri kliennya yang baru bekerja selama lima bulan sebagai Kasir di SPBU Haji Anif telah mengalami kekerasan berupa penganiayaan, hingga mengalami luka memar berwarna biru di bagian bawah mata dan pipi sebelah kiri.

"Disertai dengan tunjangan dibagian badan, pukulan di kepala serta terdapat luka bekas cekik di leher, yang diduga dilakukan oleh Kahfilwara Anif serta Musa Khidirsyah alias Dodi. Atas kekerasan yang dialami istri klien kami tersebut, klien kami sebagai suami (Maya Dipa) telah membuat laporan polisi," sebut Koordinator Korps Advokat Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (KAUM) Mahmud Irsad Lubis.

Akibat kekerasan tersebut, Maya Dipa sebagai suami sekaligus klein KAUM telah membuat Laporan Polisi dengan Nomor : LP/1145/K/V/2020 Polrestabes Medan atas dugaan melanggar Pasal 170 junto Pasal 351 KUH Pidana dengan terlapor berinisial MK alias D dan KA ke SPKT Polrestabes Medan, Kamis (7/5/2020).

Ironisnya, disebutkan Irsad Lubis, Polisi terlalu lamban dalam menindak pelaku penganiayaan terhadap istri kliennya. Sehingga melalui pernyataan sikap tersebut, KAUM memohon keadilan hukum kepada Presiden Joko Widodo.

“Bahwa klien kami adalah masyarakat biasa atau masyarakat kecil yang telah memberikan kuasa kepada Korps Advokat Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (KAUM) memohon keadilan kepada Presiden Republik Indonesia Jokowi melalui Institusi Kepolisian RI c.q Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara c.q Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Medan,” ujar Mahmud Irsad Lubis saat membacakan pernyataan sikap bersama kepada para wartawan.

Masih dalam pernyataan sikap yang disampaikan KAUM kepada Presiden Joko Widodo, Irsad Lubis meminta kepada Kapolrestabes Medan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan dalam perkara penganiayaan terhadap Yati Uce, istri Maya Dipa sebagai kliennya sehingga terungkap pelaku utama dalam insiden kekerasan yang dialami Yati Uce di kantor SPBU Haji Anif pada Senin (4/5/2020) siang.

Laporan Sedang Diproses

Sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Medan AKBP Roni Nicolas Sidabutar yang dikonfirmasi SwaraSumut.com, Sabtu (9/5/2020) malam terkait perkembangan laporan Maya Dipa secara singkat menyebutkan, pihaknya tengah memproses laporan tersebut.

“Laporan Polisi sedang diproses,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan.

Penulis: Devis Karmoy
Editor:Redaksi
Photographer:Istimewa

Baca Juga