Polres Tanah Karo Tembak Tiga Pengedar Sabu Jaringan Medan

llustrasi | Penembakan jaringan narkoba

Karo – Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Tanah Karo, kembali meringkus lima orang tersangka kasus tindak pidana penyalahgunaan narkoba jenis sabu di wilayah Polres Tanah Karo.

Berdasarkan keterangan yang peroleh Swarasumut.com, penangkapan kelima tersangka ini berawal saat petugas mengamankan tersangka berinisial AM alias Jemput (28), warga Jalan Rakutta Brahmana, Gang Berdikari, Kelurahaa Lau Cimba, Kecamatan Kabanjahe, Karo, Senin (13/4/2020), atas laporan dari masyarakat.

Saat diamankan, petugas juga menemukan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 20,63 gram, yang telah dipaketkan ke dalam plastik klip kecil siap edar. Barang bukti tersebut diletakkan tersangka ke dalam kandang ayam yang terletak di belakang rumahnya.

Saat diinterogasi petugas, AM mengaku akan menerima pesanan narkoba jenis sabu dari rekannya yang berasal dari Medan. Lalu petugas melakukan pengintaian dan mengamankan empat tersangka jaringan AM di Jalan Jamin Ginting, Desa Ketaren, Kecamatan Kabanjahe, tepat di depan kantor PLN Kabanjahe.

Keempat tersangka yang diamankan, diantaranya berinisial DDG, ASN, VFG, dan EG, para tersangka adalah warga Medan. Mereka diamankan saat berad di dalam mobil dengan Nomor Pol BK 1021 AE.

Saat petugas menggeledah badan para tersangka, petugas menemukan sabu-sabu seberat 20,46 gram yang berisi di dalam dua plastik klip.

Namun, saat petugas melakukan penangkapan, tiga orang tersangka berusaha melawan petugas dan mencoba melarikan diri. Sehingga petugas terpaksa melumpuhkan tersangka dengan timah panas pada kaki ketiganya.

Saat ini ketiga tersangka bersama barang bukti sedang diamankan ke sel Polres Tanah Karo untuk menjalani proses hukum.

Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Tanah Karo AKP Ras Maju Tarigan kepada wartawan mengatakan, sebagian dari para tersangka adalah residivis dan sindikat pengedar narkoba antar Kota Medan dan Karo.

"Para tersangka ini memanfaatkan situasi maraknya wabah Covid-19, untuk melancarkan aksinya dengan mengedarkan narkoba di Tanah Karo. Walau situasi kita sedang melawan Covid-19, (namun) kita tetap melakukan penyelidikan untuk memutus mata rantai penyebaran narkoba," jelasnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 112 ayat 2, dan pasal 114 ayat 2, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup.

Baca Juga