Buronan Proyek Rp1,5 Milyar Ditangkap Kejari Tebing Tinggi

DPO yang juga berstatus tersangka kasus korupsi proyek pembangunan Tanggul sungai Sei Padang Tebing Tinggi Tahun 2013 senilai Rp 1,5 miliar diamankan Tim Pidana Khusus Kejari Tebing Tinggi, Kamis (7/5/2020) malam.

Tebing Tinggi – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebing Tinggi, Sumatera Utara menangkap Samsul buronan tersangka kasus korupsi. Samsul diamankan saat berada dikediamannya, di Tebingtinggi, Kamis (7/5/2020) malam sekira pukul 20.30 Wib. Penangkapan itu di pimpin Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tebing Tinggi Chandra Syahputra.

Samsul sebelumnya masuk dalam pencarian orang (DPO) Kejari Tebing Tinggi atas kasus korupsi pembangunan tanggul Sungai Sei Padang Tebing Tinggi senilai Rp 1,5 miliar yang bersumber dari APBD Pemerintah Kota Tebing Tinggi Tahun 2013 lalu.

“Setelah diamankan, Samsul  kemudian diboyong ke Kantor Kejari Tebing Tinggi, untuk menjalani pemeriksaan terkait perkara korupsi yang disematkan kepadanya,” ujar Kasi Pidsus Kejari Tebing Tinggi Chandra Syaputra kepada wartawan disela-sela pemeriksaan Samsul oleh tim penyidik.

Setelah menjalani pemeriksaan, termasuk rapid test Covid-19 sebagai upacaya pencegahan penyebaran virus corona, tersangka langsung dititipkan ke Lapas Tebing Tinggi malam itu juga.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebing Tinggi Mustaqfirin mengatakan, penangkapan terhadap Samsul sebagai langkah menuntaskan tunggakan perkara yang ada di Kejari Tebing Tinggi.

Samsul merupakan tersangka kasus korupsi pembangunan tanggul sungai Sei Padang Tebing Tinggi yang bersumber dari APBD Kota Tebing Tinggi Tahun 2013 di Dinas PU Pemko Tebing Tinggi senilai Rp 1,5 miliar, sesuai Surat Perintah Penyidikan  Nomor 04/N.2.14/Fd.1/06/2016 tertanggal 6 Juni 2016.

Menurut Kejari Tebing Tinggi, tersangka menjabat sebagai Wakil Direktur CV Safitri, rekanan yang memenangkan lelang pengadaan pekerjaan proyek tanggul Sungai Sei Padang Kota Tebingtinggi saat itu.

Kasus tersebut telah diproses Kejari Tebintinggi sejak Tahun 2016 atas pengaduan dari masyarakat.

"Dalam proses penyidikan kita menemukan ada tindak pidana korupsi dalam proyek itu. Kerugian keuangan negara dalam perkara ini senilai Rp 150 juta," kata Kajari Mustaqfirin.

Kasi Pidsus Kejari Tebing Tinggi menyebutkan, dalam perkara ini terdapat ada dua orang tersangka, seorang tersangka diketahui bernama Muhammad Yusuf telah di vonis Pengadilan Tipikor Medan dan inkrah pada 2017 lalu dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara. Sementara Samsul  sejak awal mangkir hingga akhirnya ditetapkan sebagai DPO.

"Setelah ditangkap, Samsul selanjutnya akan kita limpahkan untuk  digelarnya persidangannya di Pengadilan Tipikor Medan," tutup Kasi Pidsus Chandra Syahputra.

Penulis: Nizar
Editor:Redaksi
Photographer:Nizar

Baca Juga