Jenasah Negatif Covid-19, Warga Binjai Tetap Menolak Dikebumikan di Pekuburan Umum

Ilustrasi | Jasad diruang jenasah

Binjai - Penolakan warga terhadap pasien negatif Covid-19 yang hendak dikebumikan terjadi di Kota Binjai. Warga beralasan bahwa takut tertular virus mematikan itu. Meski orang meninggal bukan pasien yang terjangkit virus corona.

Kepanikan warga ini terjadi di Lingkungan V, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Jumat (24/4/2020) petang.

Peristiwa itu dialami pihak keluarga almarhum Magdalena (34)  warga setempat. Pada hal almarhum meninggal karena sakit demam biasa dan bukan pasien yang terjangkit Covid-19.

Sebelum meninggal almarhum sakit dan tengah berada di rumah Kakaknya bernama Tika, dan akan menjalani perawatan di rumah itu. Namun ajal berkata lain, warga Padangsidimpuan ini menghembuskan napas terakhir saat di rumah sang kakak.

Selama menderita sakit, korban memang belum pernah diperiksa kesehatannya baik oleh tim medis maupun ditangani Posko Covid-19 setempat.

Rencananya Tika bersama keluarga akan menguburkan adiknya di pekuburan umum yang berada di Binjai, namun mendapat penolakan dari warga setempat. Warga menolak karena takut korban memiliki riwayat Covid 19.

Setelah mendapat penolakan dari warga setempat, jenazah akhirnya dibawa ke kampung halaman sang suami di Padangsidimpuan untuk dikebumikan.

Dari informasi yang diperoleh Swarasumut.com, jenasah diberangkat dari Binjai menggunakan mobil Ambulance RSUD dr Djoelham Binjai, setelah tiba jasad wanita 34 tahun itu dikebumikan di Padangsidimpuan, meski begitu pihak keluarga tetap menunjukan surat keterangan dari dokter kepada pihak setempat yang menjelaskan pasien bukan orang dalam pemantauan (ODP).

Guna mencegah penyebaran Covid-19 yang ditakutkan warga, pihak Puskesmas Tanah Tinggi Senin (27/4/2020) akan melakukan penyemprotan disinfektan di gang serta jalan menuju rumah Tika. Sedangkan, seluruh keluarga korban akan menjalani pemeriksaan rafid test.

Penulis: Bayu Dian Aditama
Editor:Redaksi

Baca Juga