Diam-diam PDP asal Langkat Datangi RS Djoelham Binjai, 12 Tenaga Medis Diisolasi

Ilustrasi | Dua petugas medis tengah menangani pasien Covid-19.

Binjai - Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat saat ini disorot karena dianggap lalai melakukan pengawasan terhadap status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. Hal ini menyusul salah seorang dengan status PDP Covid-19 asal Langkat yang diam-diam mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djoelham Binjai.

Tak hanya itu, PDP ini sempat menjalani perawatan selama satu malam di RSU dr Djoelham. Padahal, berdasarkan informasinya yang diperoleh Swarasumut.com, pasien masih tercatat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Langkat.

Ironisnya, kepada para tenaga medis di RSU dr Djoelham, PDP ini mengaku hanya menderita sakit demam biasa dan mendapat perawatan oleh 12 tenaga medis di RSU dr Djoelham.

Pagi hari setelah mendapat perawatan, baru di ketahui pasien asal Kabupaten Langkat itu telah berstatus PDP. Akibatnya, 12 tenaga medis di RSUD dr Djoelham yang merawat pasien berstatus PDP tersebut harus menjalani  isolasi diri.

Kepala Satgas Covid-19 Kota Binjai Ahmad Yani dalam mengaku kecewa dan menyalahkan penanganan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat. Menurut dia, pasien tersebut seharusnya segera di bawa ke rumah sakit rujukan Covid-19 di Medan. Bukan malah didiamkan hingga berhasil kabur meloloskan diri.

"Kami berharap kepada seluruh Gugus Tugas Kabupaten Kota untuk saling berkoordinasi dan berbagi informasi untuk keselamatan petugas kita yang ada di lapangan," kata Yani dalam konperensi pers di Posko Kesehatan Kota Binjai, Rabu (8/4/2020).

"Bukan dilepas begitu saja. Jadi gara-gara ini telah menyebabkan tenaga medis kami harus terisolasi dan dampak lainnya," tururnya.

Sebelumnya, kata Yani, pasien PDP ini diketahui sempat pulang ke rumahnya, kemudian kembali ke RSU dr Djoelham karena kondisi kesehatannya makin memburuk.

"Dia datang ke rumah sakit kita tanpa ada pengawalan. Otomatis petugas kita tidak mengetahui riwayat pasien tersebut," Ahmad Yani.

Menanggapi hal itu, Dirut RSUD dr Djoelham Binjai dr David menyebutkan, malam itu pasien tersebut datang dengan keluhan demam serta sesak nafas. Namun pasien tersebut tidak jujur dengan statusnay sebagai PDP.

"Karena dia sudah berbohong mengakibatkan 12 petugas medis kami terpaksa diisolasi dan tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Pemko Binjai dr Sugianto meminta kesadaran seluruh masyarakat termasuk dari daerah tetangga untuk bersikap jujur sehingga ikut memutus mata rantai Virus Corona bersama tim medis.

Penulis: Bayu Dian Aditama
Editor:Redaksi
Photographer:Bayu Dian Aditama

Baca Juga