Politisi PDIP Mendukung Keberpihakan KAUM Dalam Kasus Penganiayaan Kasir SPBU

Politisi PDI Perjuangan Kota Medan Boydo Panjaitan (tengah) saat menyambangi Korps Advokat Alumni Fakultas Hukum UMSU (KAUM), Rabu (13/5/2020) malam di Medan. Boydo didampingi Koordinator KAUM Mahmud Irsad Lubis (kiri) dan Maya Dipa (kanan) suami korban penganiayaan.

Medan – Kasus penganiayaan terhadap Yati Uce Kasir SPBU Haji Anif, di Jalan Haji Anif/Cemara, Sampali, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, terus mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Kini kasus yang sedang diadvokasi oleh 30 orang pengacara yang tergabung dalam Korps Alumni Fakultas Hukum UMSU (KAUM) ini, mendapat dukungan moral dari Politisi PDI Perjuangan Kota Medan, yakni Boydo Panjaitan.

Melalui rekaman video berdurasi dua menit yang diterima SwaraSumut.com melalui tim hukum Yati Uce, Rabu (13/5/2020) malam, Boydo Panjaitan menyambangi KAUM untuk menyampaikan mengapresiasi serta dukungan pada KAUM yang tengah berjuang menegakkan keadilan hukum terhadap kliennya Yati Uce.

“Saya mengapreasi perjuangan KAUM yang memang berjuang untuk berusaha menegakkan keadilan, khususnya terhadap kejadian yang menimpa seorang wanita (Yati Uce), yang mengalami kekerasan dan intimidasi untuk melakukan tindakan yang seharusnya dia tidak lakukan. Dan ini sangat berkaitan dengan pengusaha besar yang ada di Kota Medan,” tutur Boydo yang didampingi tim Advokat Maya Dipa pada salah satu cafe di Kota Medan.

Minta Polisi Sungguh-Sungguh

Dia meyakini aparat penegak hukum akan bekerja secara profesional terhadap kasus ini. Sebab itu, Politisi PDI Perjuangan ini meminta pihak kepolisian untuk serius dalam menuntaskan kasus penganiayaan yang dialami istri dari Maya Dipa yang telah mengadukan terduga pelaku penganiayaan.

“Kami berharap apa yang (sedang) diperjuangkan oleh KAUM ini, menjadi perhatian bagi semua aparat dan para penegak hukum agar sungguh-sungguh melakukan tindakan hukum yang benar dan tepat tanpa melihat unsur-unsur gratifikasi yang (diduga) dilakukan oleh pihak yang merasa dirinya penguasa atau pengusaha besar, yang boleh mengatur dan membelokan segala hukum yang ada di negara kita ini,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan Kota Medan ini, juga mendorong KAUM supaya terus melangkah hingga mendapatkan keadilan hukum yang sedang dinantikan Yati Uce.

Saya Boydo Panjaitan mendukung sepenuhnya, dan dengan sekuat hati dan pikiran akan terus berjuang untuk membantu KAUM (dalam) melakukan advokasi terhadap saudara kita ini, agar penegakan hukum yang ada boleh terlaksana dengan baik kedepan,” katanya.

Sebelumnya diketahui bahwa Kasir SPBU Haji Anif ini mengalami penganiayaan pada Senin (4/5/2020) yang diduga pelakunya berinisial MK alias D dan KA. Akibatnya, korban mengalami luka memar berwarna biru di bagian bawah mata dan pipi sebelah kiri serta terdapat luka bekas cekik di leher.

Tak terima perlakuan yang dialami sang istri, Maya Dipa sebagai suami didampingi Korsp Alumni Fakultas Hukum UMSU melaporkan MK alias D dan KA ke SPKT Polrestabes Medan pada Kamis (7/5/2020) dengan nomor LP/1145/K/V/2020 Polrestabes Medan atas dugaan melanggar Pasal 170 junto Pasal 351 KUH Pidana.

Penulis: Devis Karmoy
Editor:Redaksi
Photographer:Istimewa

Baca Juga