KPU Binjai Optimis, Jumlah Pemilih di Pilkada Binjai Meningkat 10 Persen

Ketua KPU Kota Binjai Zulfan Efendi

Binjai-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai meyakini Pilkada Serentak 23 September 2020 mendatang jumlah partisipasi pemilih dipastikan mengalami peningkatan mencapai 10 persen. Untuk Pilkada tahun 2015 lalu, jumlah partisipasi pemilih di Kota Binjai hanya mencapai 65,41 persen.

Optimisme itu dikemukan Ketua KPU Kota Binjai Zulfan Efendi saat ditemui Swarasumut.com di kantornya, Rabu (4/3/202).

"Target kita bagaimana jumlah pemilih di Pilkada tahun ini bisa mencapai 75 persen," kata Zulfan Effendi.

Peningkatan jumlah pemilih itu bukan tanpa sebab. Sebab, kata Zulfan pada Pemilihan legislatif (Pileg) 2019 lalu KPU Binjai mampu meningkatkan jumlah partisipasi pemilih dengan rasio kenaikan sebesar 10 persen.

"Kalau kita melihat partisipasi pemilih di Pileg 2019 kemarin ada 84 persen. Artinya (jumlah pemilih) naik 10 persen dari Pileg 2014 lalu sebesar 74 persen," ucapnya.

Peningkatan jumlah pemilih pada Pileg 2019 itu, termasuk bertambahnya pemilih usia produktif. Hal itu menjadi barometer bagi KPU Kota Binjai dan dipastikan jumlah partisipasi pemilih di Pilkada serentak tahun ini turut mengalami peningkatan hingga sebesar 10 persen.

"Nah untuk jumlah pemilih di usia produktif antara 17-40 tahun juga mengalami peningkatan, ada berkisar 70 sampai 80 persen," ujarnya.

Zulfan menjelaskan untuk mencapai target 75 persen pemilih pada Pilkada serentak, KPU Binjai juga akan mendatangi kaum disabilitas, sekaligus menggandeng mereka sebagai relawan demokrasi.

"Nanti kita sediakan alat khusus untuk pemilih disabilitas, seperti template daftar pasangan calon yang akan kita tempel di dinding luar TPS dan template membaca surat suara. Agar memudahkan saudara kita yang disabilitas ketika memberikan hak suaranya," jelasnya.

Selain itu, KPU Binjai juga akan mendatangi pemilih Lansia untuk mengajari penggunaan hak suaranya ketika saat Pilkada berlangsung. Termasuk memberitahukan anggota keluarganya untuk mendampingi para lansi pada saat pencoblosan.

"Dan untuk pemilih Lansia, ibu hamil dan disabilitas kita prioritaskan dapat memberikan hak suaranya tanpa perlu harus mengantri," ujarnya.

Zulfan menjelaskan, berdasarkan klasifikasi usia DPT pada pemilu 2019, pemilih manula yang berusia 60 tahun ke atas di Kota Binjai berjumlah 20.230 suara. Sedangkan, pemilih milenial berumur 20 tahun sebesar 12.815 suara pada tahun lalu.

"Saya pikir jumlah ini tidak jauh berbeda dengan Pilkada pada tahun ini," ujarnya.

Penulis: Bayu Dian Aditama
Editor:Redaksi
Photographer:Bayu Dian Aditama

Baca Juga