Demo DPRD Sumut, Tuntutan Ojol Gol

Para driver Ojek Online saat menyampaikan aspirasinya di Kantor DPRD Sumut, Rabu (15/1/2020) pagi.

Medan-Ratusan driver ojek online (ojol) dari aplikasi Grab dan Gojek melakukan aksi unjukrasa di depan gedung DPRD Medan, Rabu (15/1/2020). Para driver yang tergabung dalam Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Region Sumatera Utara itu menuntut perlakuan yang manusiawi dari otoritas aplikator tempat mereka bekerja.

Joko Pitoyo selaku Koordinator Aksi Garda Indonesia Region Sumut dalam orasinya menyebutkan, rasa man dan nyaman dalam menjalankan ojek online sangat jarang dirasakan oleh para driver ojol.

Bahkan, kata Joko, kalau driver ojol off atau tidak aktif selama tiga hari karena sakit, aplikasi ojek online di handphone driver langsung dinonaktifkan oleh otoritas aplikator.

“Driver ojol sakit selama tiga hari, dan berakibat tidak bisa narik (beraktivitas sebagai ojol -red), maka di hari keempat aplikasinya langsung gagu (tidak bisa diaktifkan -red). Ini sungguh tidak adil,” ujar Joko Pitoyo.

Setelah berorasi beberapa waktu, akhirnya Joko Pitoyo dan 25 driver ojol diterima oleh sejumlah anggota DPRD Sumut yakni Wakil Ketua Rahmansyah Sibarani, Anwar Sani Tarigan dan Berkat Laoly dari Fraksi PDI Perjuangan, di ruang Badan Musyawarah (Banmus). Hadir juga Kepala Bidang Pengembangan Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut, Agustinus Panjaitan.

Kepada para anggota DPRD Sumut, Joko mendesak ada rapat dengar pendapat (RDP) dengan menghadirkan para driver ojol dan pihak perusahaan aplikasi ojol. Joko berharap melalui RDP itu nanti akan diketahui dan bisa dirumuskan peraturan yang bisa menjadi pegangan atau payung hukum bagi para driver ojol.

Setelah berdiskusi beberapa waktu, tuntutan para driver ojol dipenuhi oleh para anggota DPRD Sumut. Rahmansyah Sibarani mengatakan RDP bisa dibuat jika ada permintaan resmi dari para ojol.

Berkat Laoly dari FPDIP menyebutkan DPRD Sumut berupaya membuat peraturan daerah (perda) inisiatif, yang digagas oleh DPRD Sumut. Karena itu, kata dia, ini membutuhkan kajian terlebih dahulu.

Menyikapi hal itu, Joko Pitoyo segera memberikan secara resmi surat permohonan RDP kepada Rahmansyah Sibarani, disaksikan oleh para driver ojol dan anggota dewan lainnya.

Baca Juga