Di Sorot Publik, Staf Khusus Presiden Belva Devara Mengundurkan Diri

Staf Khusus Presiden Bidang Teknologi Belva Devara bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Presiden

Jakarta – Staf Khusus Presiden Joko Widodo Bidang Teknologi Adamas Belva Syah Devara akhirnya menyatakan pengunduran diri sebagai Staf Khusus Presiden.

Adamas Belva Syah Devara yang juga Pendiri sekaligus Direktur Utama (CEO) Ruangguru sempat menuliskan surat terbuka kepada publik. Isinya ia mengaitkan pengunduran diri per Selasa, 21 April 2020 sehingga tidak mengganggu konsentrasi Presiden Jokowi dalam penanganan Pandemi Covid-19.

Penerima penghargaan Emerging Entrepreneur of The Year dalam Ernst & Young Entrepreneur of The Year 2019 ini belakangan mendapat sorotan publik, akibat keterlibatan Ruangguru dalam proyek program Kartu Prakerja senilai Rp 5,6 triliun dari Pemerintah.

Berikut ini isi surat terbuka dari Adamas Belva Syah Devara seperti yang dikutip Swarasumut.com dari laman berita RMOL.ID, Selasa (21/4/2020), di dalam surat tersebut Pria kelahiran 30 Mei 1990 itu turut menjelaskan alasan pengunduran diri sebagai Staf Khusus Presiden.

Surat Terbuka Belva Devara, CEO Ruangguru

Jakarta, 21 April, 2020

Semoga di masa pandemi ini kita diberikan kesehatan dan kekuatan dari Allah yang Maha Penyayang.

Berikut ini saya sampaikan informasi terkait pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden.

Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020, dan disampaikan langsung ke Presiden pada tanggal 17 April 2020.

Seperti yang telah dijelaskan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja (PMO), proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang  berlaku, dan tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan.

Pemilihan pun dilakukan langsung oleh peserta pemegang Kartu Prakerja.

Namun, saya mengambil keputusan yang berat ini karena saya tidak ingin membuat polemik mengenai asumsi atau persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai Staf Khusus Presiden menjadi berkepanjangan, yang dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Bapak Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan dalam menghadapi masalah pandemi Covid-19.

Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang telah memahami dan menerima pengunduran diri saya.

Walau singkat, sungguh banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan dari pekerjaan sebagai Stafsus Presiden.

Saya merasakan betul bagaimana semangat Bapak Presiden Jokowi dalam membangun bangsa dengan efektif, efisien, dan transparan. Sehingga di manapun saya berada, di posisi apapun saya bekerja, saya berkomitmen mendukung Presiden dan Pemerintah untuk memajukan NKRI.

Dengan ini, saya juga ingin menjelaskan bahwa saya tidak dapat merespon pertanyaan-pertanyaan media dalam beberapa hari terakhir karena saya ingin fokus dalam menyelesaikan hal ini terlebih dahulu.

Terima kasih untuk teman-teman yang telah menghormati dan menghargai keputusan saya tersebut.

Semoga kita semua bisa segera keluar dari masalah pandemi yang berat ini.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Belva Devara.

Penulis: Devis Karmoy
Editor:Redaksi

Baca Juga