Bakamla Amankan 19 Pekerja Migran Ilegal di Perairan Tanjung Sauh

Para pekerja Migran asal Indonesia tanpa dokumen resmi yang diamankan Bakamla di Perairan Tanjung Sauh, Batam, Sabtu (9/5/2020).

Batam - Satgas Operasi Lintas Batas Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mengamankan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang pulang ke Indonesia melalui pelabuhan tidak resmi di Batam, Sabtu (9/5/2020). Sejumlah 19 orang terdiri dari 17 pria dan 2 wanita, termasuk di dalamnya seorang anak laki-laki berusia 2 tahun turut diamankan.

“Berkat kerja sama dengan semua pihak, dalam hal ini APMM Malaysia, dan kesiapsiagaan berbagai unsur, Bakamla RI berhasil mengamankan pekerja migran Indonesia ilegal dari Malaysia yang mencoba pulang melalui jalur pelabuhan ilegal” ungkap Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat Bakamla RI Laksma Bakamla Eko Murwanto.

Pengamanan pekerja migran ilegal ini, kata Eko, berawal dari informasi yang didapat dari Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM). Menerima info tersebut, satgas langsung melakukan tindakan antisipasi penyekatan di sejumlah titik masuk.

Eko menambahkan boat yang membawa pekerja migran ilegal sempat melarikan diri ketika mengetahui keberadaan satgas. Namun pihaknya berhasil mengamankan boat tersebut di daerah hutan bakau Tanjung Sauh.

Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Aan Kurnia mengapresiasi kerja sama jajaranya dengan APMM dalam melaksanakan tugas operasi ini.

Sampai saat ini TNI, Polri, dan Bakamla RI telah berhasil mengamankan 427 orang PMI ilegal yang mencoba memasuki Indonesia melalui pelabuhan tikus," katanya.

Aan Kurnia menambahkan, kerja sama yang solid dengan semua pihak termasuk partner APMM merupakan salah satu key success faktor yang penting dari operasi pengamanan kepulangan PMI dari Malaysia.

Penulis: Dwinanto
Editor:Redaksi
Photographer:Ist

Baca Juga