Rendemen di Bawa Standar, Kualitas Gula PGKM Diragukan ?

Terobong asap milik Pabrik Gula Kuala Madu (PGKM) yang terlihat masih beroperasi, gambar diambil pada Kamis, (16/4/2020)

Binjai – Harga gula di pasaran diprediksi bakal melonjak hingga beberapa bulan kedepan. Pasalnya, pasokan produksi gula di tanah air, seperti di Pabrik Gula Kuala Madu (PGKM) yang biasanya menghasilkan rendemen (kualitas minyak ekstraksi) tebu diatas tujuh persen, kini malah hanya menghasilakan dibawah tujuh persen.

Sesuai informasi yang diperoleh Swarasumut.com menyebutkan, proses giling tebu pada musim panen kali diprediksi tidak mencapai pasokan gula yang diharapkan.

Alasannya, proses rendemen tebu hanya dibawah tujuh persen, saat diproses tidak dapat memproduksi gula dalam jumlah banyak.

"Rendemennya cuma sedikit dibawah tujuh persen, jadi larinya ke gula tetes bukan gula jadi," ungkap sumber Swarasumut, Kamis (16/4/2020), yang meminta identitasnya tidak diekspose.

Lanjut kata sumber, sebelumnya Dirut PTPN II Tanjong Morawa sudah mengingatkan kepada pihak PGKM untuk meningkatkan jumlah produksi terutama kualitas rendemen tebu diatas tujuh persen.

"Tapi kenyataannya cuma dibawah tujuh persen, bila ketahuan Dirut (Dirut PTPN II) bisa kena marah semua (Manajemen PGKM)nya," ujar sumber.

Rendahnya rendemen, menurut sumber Swarasumut.com akibat beberapa faktor. Salah satunya dipengaruhi oleh kualitas dan usia tebu yang sudah terlalu tua. "Dan juga waktu potong yang diperlukan tidak memadai," bebernya lagi.

Ia kembali menyebutkan, meski jajaran Dirut PTPN II telah banyak memberikan dukungan pendanaan, namun belum ada perubahan signifikan pada kinerja mesin pabrik penggilingan tebu di PGKM Kuala Madu.

Sementara, General Manager (GM) PGKM Kuala Madu Lukman saat dikonfirmasi wartawan tidak banyak berkomentar sembari meminta waktu. Pihaknya beralasan saat ini tengah memproses sesuai yang diharapkan.

"Kan masih dalam proses," kata GM PGKM.

Penulis: Bayu Dian Aditama
Editor:Redaksi
Photographer:Bayu Dian Aditama

Baca Juga