Aneh, Dana Proyek Pembangunan Jalan Makalona Melonjak Lebih 100 Persen

Binjai -Proyek pembangunan jalan di Jalan Soekarno-Hatta menuju Jalan Danau Makalona, Kecamatan Binjai Timur dipertanyakan anggota DPRD Binjai, Irhamsyah Putra Pohan. Sebab, anggaran proyek itu naik lebih dari 100 persen.

Kepada para wartawan, Senin (16/3/2020), politisi PPP itu mempertanyakan jumlah anggaran proyek pengerjaan jalan itu yang semula Rp 15 Miliar kini mencapai Rp 38.804.882.000.

"Tadi saya bersama anggota DPRD lainnya sudah turun untuk melihat proyek pembangunan Jalan Makalona," kata  Irhamsyah.

Kata dia, tahun lalu DPRD Binjai menyetujui nilai proyek tersebut sebesar Rp 15 miliar. Namun ia menjadi bingung karena tahun ini proyek pembangunan Jalan Makalona yang dikerjakan oleh PT. Putri Seroja Mandiri malah mencapai Rp 38.804.882.000.

"Sementara hasil rapat dari paripurna tahun 2020 seluruh fraksi menolak untuk pembangunan Jalan Makalona karena surat pelepasan hak dari PTPN II belum diganti rugi oleh pemerintah kota," ucapnya.

Ia menilai Pemko mengangkangi keputusan DPRD. Sebab sejauh ini DPRD belum pernah menyetujui untuk pembangunan Jalan Makalona dengan tambahan Rp 25 miliar lagi.

"Makanya kalau pun di MP (Masa Pendahuluan) kan, haruslah dirapatkan terlebih dahulu oleh seluruh Anggota DPRD Binjai, apakah Anggota DPRD setuju atau tidak," katanya.

Menariknya lagi, sambung Irham, PT. Seroja sendiri juga sudah membuat surat yang ditujukan ke Pemko Binjai. Dalam surat tersebut, PT. Seroja mempertanyakan soal ketersediaan dana untuk pengerjaan.

Dan juga tentang pembebasan lahan tanah wakaf di lahan tersebut. Karena di lahan yang mau dikerjakan masih terdapat plang bertuliskan tanah ini masih dalam sengketa.

"Lahan juga belum diganti rugi, kenapa pemerintah berani untuk menyuruh PT. Seroja ini mengerjakan pembangunan Jalan Makalona," ujarnya.

Menyikapi hal ini, kata Irham pihaknya DPRD Binjai akan memanggil Dinas PUPR Kota Binjai untuk dikonfirmasi kebenarannya terkait proyek pembangunan Jalan Makalona. Dan bahkan segera menyurati Sekdako Binjai untuk mempertanyakan hal ini.

"Tadi kita sudah berkoordinasi dengan pemborongnya, mereka mengatakan akan melakukan pekerjaan sebesar Rp. 15 Miliar saja dulu, sementara sisanya anggaran yang Rp. 25 Miliar lagi mereka juga belum tau sampai sejauh mana, karena pembebasan lahannya juga belum selesai," kata Irham.

Penulis: Bayu
Editor:Redaksi
Photographer:Bayu

Baca Juga